Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan
27/11/16
Nothing but The Truth
Sudah dua belas jam perjalanan yang kamu habiskan bersamanya, tapi kamu tahu ada yang berbeda dari pertanyaannya kali ini. Kamu menjawab sambil tertawa kecil, berusaha menutupi perasaan gugup yang tiba-tiba hadir.
Sebab bagimu, dia masih sama.
14/06/16
In Between
Kamu tidak pernah tahu alasan yang tepat mengapa kamu jatuh cinta. Kamu hanya tahu bahwa dia adalah orangnya. Dia adalah orangnya dan seluruh pencarian dan pertanyaanmu perihal hati, pun belahan jiwa, semua berakhir.
Pencarianku berakhir pada Drew.
09/05/16
Perjalanan Baru.
Tidak ada yang mengharuskan kamu untuk melupakan.
Sebab lupa serupa cinta, ia datang tanpa kamu pinta.Kamu tidak bisa melupakan, sebab kamu belum diijinkan.
Pun begitu kamu memaksa untuk mengingat, kamu tidak akan mampu.
Adalah waktu yang akan membantumu: untuk melupa, untuk mencinta.
Waktu adalah teman perjalanan yang diberikan-Nya.
Agar kamu tahu bahwa kamu tidak pernah sendiri.
Tidak ada yang memaksa kamu untuk memaafkan.
Sebab maaf serupa rindu, ia datang dari hatimu.
Kamu tidak mampu memaafkan,
Bukan karena tidak mampu, kamu hanya tidak rela.
Adalah ikhlas sebaik-baik penyembuh: luka dan lara di hatimu.
Ikhlaskan, maka kamu akan memahami mengapa semua terjadi.
Ikhlaskan, maka kamu akan mengerti sebagian dari keindahan rencana-Nya.
Sebab hidup bukan perkara aturan.
Hidup adalah anugerah yang kamu dapatkan satu kali.
Tidak pernah ada paksaan untuk segala sesuatu yang kamu lakukan.
Salah-benar, sedikit-banyak, baik-buruk adalah perkara sudut pandang.
Lihat hatimu, maka kamu akan tahu bagaimana Tuhan berbincang padamu.
Lihat hatimu, maka kamu akan mengerti arti menjadi dewasa.
Lihat aku, maka kamu akan tahu bahwa aku sedang mendoakanmu.
Selamat bertambah usia.
05/03/16
Doa Sabtu Malam
Pesan-pesan berdatangan dari hulu
Pada-Mu semua bermuara
Ada doa, harapan, janji, hingga serapah yang menunggu balas
Tuhan, tidakkah Kau begitu lelah membalas satu per satu?
Kini, Bersamaan dengan rintik air yang turun,
Kau buka pintu langit dengan cuma-cuma
Membiarkan hambaMu
menambah panjang daftar pesan yang harus dibalas
Tidakkah Kau begitu sabar pada kami?
Aku barangkali adalah setitik diantara jutaan hambaMu yang meminta
Seorang yang penuh lupa, juga sering abai pada perintah dan laranganMu
Pesanku, barangkali tidak jauh lebih penting dibandingkan dengan
Mereka yang bertahun mengulang kalimat yang sama
Tapi aku tahu, Kau Maha Baik
Maka kupinta satu, Tuhan Semesta Alam,
Tolong sampaikan padanya,
Bahwa
Aku benar-benar merindu
*****
Langganan:
Postingan (Atom)


